TULUNGAGUNG, kompasnusantara.id – Ribuan warga memadati Balai Desa Gombang, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (1/8/2026) malam, untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak peringatan Bersih Desa Gombang. Dengan mengusung lakon "Wahyu Katentreman", dalang Ki Eko Kondho Prisdianto berhasil menyuguhkan pertunjukan sarat pesan moral yang memikat perhatian masyarakat hingga larut malam.
Pagelaran budaya tersebut semakin semarak dengan iringan Karawitan Hamongroso dan Campursari New Kusuma Wardhani. Gelak tawa penonton pun pecah ketika dagelan Cak Yudho dan Mondol tampil menghibur, menambah semarak suasana pesta rakyat yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Desa Gombang.
Acara tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung Fraksi Hanura Subani Sirab, Camat Pakel, Kapolsek Pakel, Danramil Pakel, Kepala Desa Gombang Freejun Gintano beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga dari Desa Gombang dan wilayah sekitarnya.
Kepala Desa Gombang, Freejun Gintano, mengatakan tradisi Bersih Desa diselenggarakan setiap dua tahun sekali sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk nyata pelestarian budaya warisan leluhur.
Menurutnya, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai capaian pembangunan desa selama hampir delapan tahun masa kepemimpinannya. Berbagai program telah direalisasikan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, pengembangan sektor pertanian, pemberdayaan generasi muda, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta berbagai unsur kelembagaan desa.
Freejun juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung yang telah mendukung pembangunan jalan usaha tani. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada Guntur dari Fraksi PDI Perjuangan atas bantuan mobil siaga desa yang kini dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai kepala desa, Freejun menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan. Ia berharap estafet kepemimpinan berikutnya mampu melanjutkan pembangunan dan membawa Desa Gombang semakin maju.
"Semoga pagelaran wayang kulit ini dapat menjadi hiburan sekaligus mengobati kerinduan masyarakat yang telah lama menantikan pelaksanaan Bersih Desa secara meriah," ujarnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat Desa Gombang yang terus menjaga dan melestarikan tradisi budaya lokal melalui penyelenggaraan Bersih Desa.
Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan media yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan, filosofi kehidupan, serta pesan moral yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
"Melalui momentum Bersih Desa ini, saya berharap semangat kebersamaan masyarakat semakin kuat sehingga berbagai program pembangunan pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Tulungagung dapat berjalan dengan baik melalui partisipasi aktif seluruh warga," ujar Ahmad Baharudin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat kerukunan, serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif sebagai modal utama pembangunan daerah.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam mengikuti pagelaran wayang kulit membuktikan bahwa tradisi Bersih Desa tidak sekadar menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, dan menjaga eksistensi warisan budaya Jawa agar tetap lestari.
"Mari kita jadikan Bersih Desa sebagai momentum memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya, serta memanjatkan doa agar seluruh masyarakat Tulungagung senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, dan dikaruniai kemakmuran," tuturnya.
Di akhir sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban daerah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah maupun aparat keamanan.
"Menjaga Tulungagung bukan hanya tugas pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Mulai dari lingkungan RT, pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten harus bersinergi agar Tulungagung tetap aman, nyaman, dan kondusif," pungkasnya.
Pagelaran wayang kulit yang berlangsung hingga dini hari tersebut menjadi penutup rangkaian Bersih Desa Gombang 2026. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan itu juga mempertegas komitmen warga dalam menjaga tradisi, memperkuat persatuan, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Redaksi

0 Komentar