Plt. Bupati Ahmad Baharudin Gaungkan Gerakan "Jogo Tulungagung" di Pucanglaban dan Kalidawir, Ajak Warga Jadi Garda Terdepan Keamanan

TULUNGAGUNG, kompasnusantara.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menggaungkan semangat "Jogo Tulungagung" sebagai gerakan bersama untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.

Gerakan tersebut ditandai dengan penyerahan Banner "Jogo Tulungagung" kepada Camat Pucanglaban, Setiono, di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS), Kecamatan Pucanglaban, Minggu (2/8/2026). Setelah itu, kegiatan dilanjutkan ke Kecamatan Kalidawir dengan penyerahan banner serupa di kawasan wisata Cemoro Sewu Pantai Sine, Desa Kalibatur.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Baharudin didampingi Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung, Ketua Asosiasi Camat (ASMAT) Kabupaten Tulungagung, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), seluruh kepala desa se-Kecamatan Pucanglaban, organisasi media, komunitas pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam arahannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa menjaga keamanan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian maupun pemerintah, tetapi merupakan kewajiban seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, setiap warga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan berani mengambil peran ketika melihat adanya potensi gangguan keamanan, tanpa hanya menjadi penonton.

"Jogo Tulungagung bukan tentang siapa yang paling unggul, tetapi tentang kita yang mau bergerak bersama. Karena Tulungagung yang aman dimulai dari kepedulian kita semua," tegas Ahmad Baharudin.

Ia juga mengajak masyarakat terus memperkuat kerukunan antarwarga melalui semangat gotong royong serta menolak segala bentuk hoaks, ujaran provokatif, dan informasi yang berpotensi memecah persatuan maupun mengganggu ketertiban umum.

Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak hanya berasal dari tindakan kriminal, tetapi juga dari penyebaran informasi yang tidak benar dan dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

Menariknya, Ahmad Baharudin mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung sengaja tidak menerbitkan Surat Edaran (SE) khusus terkait Gerakan "Jogo Tulungagung". Menurutnya, semangat menjaga daerah tidak boleh lahir karena kewajiban administratif, melainkan tumbuh dari kesadaran dan tanggung jawab setiap individu.

Ia pun menekankan pentingnya budaya bekerja dengan inisiatif tanpa harus selalu menunggu perintah.

"Ora usah ngenteni dikongkon. Pekerjaan yang dilakukan atas dasar kesadaran dan keyakinan pribadi akan dikerjakan dengan sungguh-sungguh serta penuh rasa tanggung jawab dalam situasi apa pun," ujarnya.

Melalui Gerakan "Jogo Tulungagung", Ahmad Baharudin berharap hubungan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat semakin erat sehingga tercipta komunikasi yang baik dalam menjaga stabilitas wilayah.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Kabupaten Tulungagung yang toto tentrem, aman, nyaman, dan kondusif sebagai penopang keberhasilan pembangunan daerah.

Usai menyerahkan Banner "Jogo Tulungagung" di Kecamatan Pucanglaban, Ahmad Baharudin bersama rombongan melanjutkan agenda serupa di kawasan wisata Cemoro Sewu Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir.

Kedatangannya disambut Camat Kalidawir Rusdianto, jajaran Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga yang menyatakan komitmennya untuk mendukung Gerakan "Jogo Tulungagung" sebagai upaya bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar