Tujuh Tahun Tanpa Pertemuan, Kisah Sallsa Bila Putri yang Tumbuh Jauh dari Ibu Kandung

SUMENEP, KompasNusantara.id — Kisah seorang anak perempuan bernama Sallsa Bila Putri menjadi perhatian. Lahir di Tangerang, Provinsi Banten, pada 2017, Sallsa kini tumbuh dan besar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Di balik keceriaan dan senyumnya, tersimpan kerinduan kepada sosok ibu kandung yang disebut telah terpisah darinya sejak 2019. Selama bertahun-tahun, Sallsa tidak lagi mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan ibu kandungnya.

Menurut keterangan keluarga, sejak perpisahan tersebut belum ada pertemuan antara Sallsa dengan ibunya. Hingga kini, alasan dan kondisi yang menyebabkan hubungan keduanya terpisah belum diketahui secara jelas.

Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi seorang anak. Dalam perjalanan masa kecilnya, Sallsa tumbuh bersama ayah dan keluarga di Sumenep. Kehangatan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari.

Namun, kerinduan terhadap seorang ibu tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Sosok ibu, bagi seorang anak, bukan hanya tentang kebutuhan materi, tetapi juga kehadiran, perhatian, kasih sayang, dan kesempatan untuk membangun hubungan emosional sejak kecil.

Harapan untuk Sebuah Pertemuan

Di tengah perjalanan hidupnya, Sallsa tetap tumbuh sebagai anak yang ceria. Ia mendapatkan kasih sayang dari ayah, keluarga besar, serta orang-orang di sekitarnya.

Meski demikian, harapan untuk dapat bertemu dan mengenal lebih dekat ibu kandungnya masih terbuka.

Melalui pemberitaan ini, keluarga berharap ada jalan yang dapat mempertemukan kembali Sallsa dengan ibu kandungnya, apabila memungkinkan dan demi kepentingan terbaik bagi anak.

Keluarga juga berharap pihak-pihak yang mengetahui keberadaan maupun informasi mengenai ibu kandung Sallsa dapat membantu memberikan informasi yang benar dan mempertemukan kedua belah pihak secara baik-baik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan langsung dari pihak ibu kandung Sallsa mengenai alasan perpisahan maupun kondisi hubungan keduanya.

Yang tersisa adalah sebuah harapan sederhana dari seorang anak: dapat bertemu, mengenal, dan merasakan kembali kehadiran ibu kandungnya.

(As-papagaul (

Posting Komentar

0 Komentar