TULUNGAGUNG, KompasNusantara.id – Sekitar 40 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung mendapatkan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2026.
Puluhan sekolah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Penetapan penerima program dilakukan berdasarkan kondisi sarana dan prasarana serta tingkat kebutuhan perbaikan masing-masing satuan pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Deni Susanti, mengatakan sekitar 40 SD telah mendapatkan persetujuan kerja sama (PKS) dengan Kemendikdasmen. Sejumlah sekolah bahkan telah mulai melaksanakan tahapan revitalisasi setelah proses kerja sama rampung.
“Untuk SD ada sekitar 40 lembaga. Ini merata di masing-masing kecamatan,” ujar Deni kepada Radar Tulungagung, Jumat (25/9).
Menurut Deni, tingkat kerusakan bangunan sekolah penerima program cukup beragam. Sebagian mengalami kerusakan sedang, sementara beberapa lainnya mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan penanganan lebih serius.
Besaran bantuan yang diterima setiap sekolah juga tidak sama. Nilainya disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kerusakan bangunan yang akan diperbaiki.
“Untuk nominalnya tergantung kerusakan masing-masing. Itu langsung ditransfer ke satuan pendidikan,” jelasnya.
Mengacu Dapodik dan Usulan Pemda
Dalam menentukan penerima revitalisasi, Kemendikdasmen menggunakan sejumlah indikator. Salah satu sumber data utama berasal dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dilaporkan oleh masing-masing satuan pendidikan.
Pemerintah daerah juga dapat mengusulkan sekolah yang dinilai membutuhkan penanganan. Data tersebut kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan kementerian dalam menentukan satuan pendidikan yang memperoleh program revitalisasi.
Deni mengatakan jumlah sekolah penerima masih berpotensi bertambah. Sebab, proses pengusulan dan penetapan penerima program masih dapat berlangsung hingga akhir tahun.
Sekolah Terdampak Bencana Turut Mendapat Penanganan
Selain sekolah yang mengalami kerusakan bangunan akibat kondisi fisik bangunan, sekolah yang terdampak bencana juga menjadi perhatian dalam program penanganan.
Sejumlah sekolah terdampak bencana berada di Kecamatan Karangrejo dan beberapa wilayah kecamatan lainnya. Kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana dinilai perlu segera ditangani agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung berharap revitalisasi tersebut dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Dengan perbaikan fasilitas, kegiatan pembelajaran diharapkan dapat berlangsung secara optimal tanpa terganggu kondisi bangunan yang tidak layak.
Disdik Tulungagung juga menyatakan akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan revitalisasi di lapangan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan yang telah dimulai dapat berjalan sesuai tahapan hingga selesai.
“Pengerjaan yang telah dimulai di sejumlah sekolah akan terus dipantau hingga prosesnya selesai,” tandasnya.
Redaksi

0 Komentar