SERENTAK DI 30 KECAMATAN, PEMKAB KARAWANG GENJOT PENCEGAHAN STUNTING: 54 BALITA TERIMA VITAMIN DAN KALSIUM

 

KARAWANG, Kompasnusantara.id – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting melalui pemberian vitamin dan kalsium kepada balita secara serentak di 30 kecamatan.

Program tersebut tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan vitamin dan kalsium bagi balita, tetapi juga menjadi momentum penguatan layanan kesehatan dasar sekaligus pendataan kondisi balita sebagai bahan intervensi pemerintah agar program penanganan stunting lebih tepat sasaran.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 54 balita menerima vitamin dan kalsium. Pelaksanaan kegiatan dihadiri langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Karawang, Hj. Vida Syaepuloh.

Bupati Aep menegaskan, perhatian terhadap tumbuh kembang anak harus dilakukan sejak usia dini. Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian tambahan nutrisi, tetapi juga membutuhkan data yang akurat mengenai kondisi balita di setiap wilayah.

“Melalui kegiatan serentak ini, kita tidak hanya memberikan vitamin dan kalsium pada balita, tetapi juga melakukan pendataan secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Karawang,” ujar Bupati Aep.

Ia menilai, data yang akurat menjadi salah satu kunci penting bagi pemerintah dalam menentukan bentuk intervensi yang dibutuhkan. Anak yang masuk dalam kategori berisiko mengalami gangguan pertumbuhan diharapkan dapat segera teridentifikasi sehingga memperoleh pendampingan dan penanganan.

Menurut Bupati, persoalan stunting merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah kecamatan dan desa, hingga keluarga.

Aep juga memberikan apresiasi kepada seluruh kader posyandu dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang balita.

“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga keluarga. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis dapat melahirkan generasi Karawang yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.

Pemkab Karawang menyatakan akan terus memperkuat berbagai program pencegahan stunting, di antaranya melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan sistem pendataan.

Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial pemberian vitamin dan kalsium, tetapi berlanjut dalam bentuk pemantauan dan pendampingan terhadap balita secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah menargetkan upaya penurunan stunting di Karawang dapat dilakukan secara lebih terukur, tepat sasaran, dan berkesinambungan.

Ahmad Z

Posting Komentar

0 Komentar