Klarifikasi PUPR Tak Hapus Sorotan Warga, Pengaspalan Usai Hujan di Gleduk Tulungagung Tetap Dipertanyakan

TULUNGAGUNG,kompasnusantara.id -Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik pengaspalan jalan di ruas Perempatan Gleduk ke arah selatan yang dikerjakan saat kondisi cuaca hujan.

Melalui pesan WhatsApp kepada media ini pada Kamis (02/04/2026), Rifai selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyatakan bahwa pekerjaan tidak dilakukan saat hujan turun. Ia menegaskan, pengaspalan dilakukan pada siang hari, kemudian dihentikan sementara ketika hujan datang, dan dilanjutkan kembali setelah hujan reda. Bahkan, pihaknya turut mengirimkan video sebagai bukti pendukung.

Namun demikian, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam kritik dari masyarakat. Pasalnya, meskipun pekerjaan dilanjutkan setelah hujan berhenti, kondisi pondasi jalan diduga masih dalam keadaan basah.

Secara teknis, kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan kualitas hasil pengaspalan. Permukaan yang belum kering sempurna dapat menghambat daya rekat aspal, sehingga meningkatkan risiko kerusakan dini seperti retak, bergelombang, hingga mengelupas.

Memang, dalam kondisi tertentu dikenal metode Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) yang relatif lebih fleksibel untuk pekerjaan pada permukaan lembap atau bersifat darurat. Namun, penggunaan metode tersebut tetap memiliki standar teknis yang ketat dan tidak dapat dijadikan alasan pembenaran jika kondisi dasar jalan belum memenuhi syarat.

Sejumlah pihak menilai, seharusnya pengerjaan ditunda hingga kondisi benar-benar kering guna menjamin kualitas dan ketahanan jalan dalam jangka panjang. Jika dipaksakan, dikhawatirkan hasil pekerjaan tidak maksimal dan justru berujung pada pemborosan anggaran akibat perbaikan berulang.

Masyarakat pun mendesak PUPR Tulungagung untuk lebih transparan dalam menjelaskan metode yang digunakan, serta memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan telah sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perhatian publik, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur agar tidak hanya mengejar waktu pelaksanaan, tetapi juga menjamin mutu hasil pekerjaan bagi kepentingan masyarakat luas.

Red Tim

Posting Komentar

0 Komentar