SMK Teknologi Balung Jember Diduga Bebani Siswa dengan Beragam Pungutan

 

JEMBER, kompasnusantara.id – Dugaan pungutan yang membebani siswa kembali mencuat di lingkungan sekolah swasta. Kali ini, giliran SMK Teknologi Balung Jember yang disebut masih memberlakukan berbagai iuran kepada peserta didik, mulai dari SPP bulanan, biaya praktikum, hingga uang gedung saat proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

Informasi tersebut disampaikan salah satu wali murid yang identitasnya meminta dirahasiakan. Ia mengaku anaknya yang kini duduk di bangku kelas XI masih diwajibkan membayar iuran rutin setiap bulan kepada pihak sekolah.

“Setiap bulan bayar SPP,” ungkap wali murid tersebut.

Pernyataan itu dibenarkan langsung oleh Kepala SMK Teknologi Balung Jember, Sulhan. Ia mengakui adanya penarikan SPP sebesar Rp100 ribu per bulan kepada seluruh siswa.

“Untuk SPP seratus ribu rupiah setiap bulan untuk semua siswa,” jelas Sulhan, Senin (25/5/2026).

Selain SPP, pihak sekolah juga disebut menarik biaya lain kepada siswa. Di antaranya biaya praktikum sebesar Rp250 ribu per siswa serta uang daftar ulang yang nilainya mencapai sekitar Rp700 ribu pada awal tahun ajaran.

“Untuk praktikum sebesar Rp250 ribu per siswa. Kalau daftar ulang di awal sekitar Rp700 ribu,” tambahnya.

Keterangan serupa juga disampaikan Kepala Yayasan SMK Teknologi Jember, Suroso. Menurutnya, jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai sekitar 1.400 orang.

“Kalau total keseluruhan siswa kami sekitar 1.400 siswa,” katanya.

Dengan jumlah siswa mencapai ribuan, total dana yang dihimpun dari berbagai pungutan tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah apabila diakumulasikan dari iuran SPP maupun pungutan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait dasar kebijakan penarikan pungutan tersebut maupun mekanisme penggunaannya.

Luk/tim

Posting Komentar

0 Komentar