Roadshow Nasional AI-Driven di Banten: Mendorong Kemandirian AI dan Memperkuat Ketahanan Siber Industri Nasional

Tangerang, kompasnusantara.id — Di tengah tekanan ekonomi global, percepatan transformasi digital, dan meningkatnya ancaman siber yang semakin kompleks, kolaborasi menjadi kunci untuk menjaga daya saing industri nasional. Semangat inilah yang mewarnai penyelenggaraan Roadshow Nasional AI-Driven: Secure & Efficient yang digelar di Tangerang, Banten, pada 7 Mei 2026.

Kegiatan yang merupakan seri ke-6 dari rangkaian roadshow nasional ini diselenggarakan oleh APKOMINDO bersama APTIKNAS, KADIN Banten, Kadin Digital Institute, dan Yorindo Communication. Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta komunitas teknologi untuk membahas masa depan Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, dan penguatan daya saing industri manufaktur Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi global. Menurutnya, perkembangan AI harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun kemandirian teknologi nasional yang mampu menjawab kebutuhan industri dalam negeri.

Ia menekankan bahwa transformasi digital berbasis AI harus berjalan secara aman, terukur, efisien, dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital nasional yang kuat.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program edukasi, pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan talenta digital yang terus didorong oleh APKOMINDO dan APTIKNAS di berbagai daerah.

Keamanan Siber Menjadi Fondasi Transformasi Digital

Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini datang dari Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi AI tidak dapat dipisahkan dari kesiapan aspek keamanan siber. Menurutnya, faktor manusia tetap menjadi elemen paling penting dalam membangun ketahanan digital sebuah organisasi.

Budaya keamanan, peningkatan kesadaran, serta tata kelola yang baik harus menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadapi berbagai ancaman siber yang kini semakin canggih, termasuk serangan yang memanfaatkan teknologi AI sebagai alat eksploitasi.

Peringatan tersebut menjadi semakin relevan mengingat sektor industri dan manufaktur kini menjadi salah satu target utama serangan terhadap rantai pasok digital.

Industri Perlu Membangun AI yang Mandiri

Direktur Yorindo Communication, Yolanda Roring, memaparkan hasil survei dari lima kota penyelenggaraan sebelumnya. Hasilnya menunjukkan tingginya minat perusahaan terhadap implementasi AI, namun masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, tata kelola data, serta keamanan siber.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan edukasi dan pendampingan implementasi AI masih sangat besar di kalangan pelaku industri nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KADIN Banten Bidang ICT sekaligus Ketua DPD APKOMINDO dan APTIKNAS Banten, Nazir Danuarta Sudirman, menegaskan pentingnya membangun ekosistem digital yang sehat dan kolaboratif agar transformasi digital benar-benar memberikan dampak nyata bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Perspektif yang lebih kritis disampaikan oleh Didi Nurcahya yang mengangkat isu Black Box Syndrome, yaitu ketergantungan berlebihan terhadap platform AI tertutup.

Menurutnya, penggunaan AI instan tanpa memahami mekanisme dan pengelolaan datanya dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan informasi, privasi, hingga kedaulatan digital nasional. Oleh sebab itu, industri Indonesia perlu mulai mengembangkan kemampuan AI yang lebih transparan, terukur, dan sesuai kebutuhan bisnis.

AI Tidak Menggantikan Manusia

Pesan menarik juga datang dari sesi People Intelligence yang dibawakan oleh Mario Wijaya.

Ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi AI, keberhasilannya tetap bergantung pada manusia yang memahami proses bisnis secara mendalam. AI seharusnya menjadi alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, bukan menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan strategis.

Pandangan ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital yang sukses bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkannya secara optimal.

Dari Teori ke Praktik

Roadshow tidak berhenti pada diskusi konseptual. Peserta juga mengikuti Hands-on Workshop AI Automation berbasis platform n8n yang dipandu oleh Agus Dedi Supriyadi.

Melalui sesi praktik langsung, peserta mempelajari pembangunan workflow otomatis berbasis AI untuk berbagai fungsi perusahaan, mulai dari pengelolaan SDM, administrasi umum, keuangan, hingga operasional produksi. Workshop ini memperlihatkan bagaimana AI dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas organisasi.

Membangun Masa Depan Industri Indonesia

Roadshow Nasional AI-Driven menunjukkan bahwa masa depan industri Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga oleh kesiapan membangun ekosistem yang aman, mandiri, dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dunia usaha, akademisi, dan komunitas teknologi menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa Artificial Intelligence mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Melalui gerakan bersama ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi yang berdaya saing tinggi dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan bangsa.

Posting Komentar

0 Komentar