Tulungagung, Kompasnusantara.id – Puluhan pengikut Jamaah Al Muhdlor di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dijadwalkan melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal, yakni pada Kamis, 19 Maret 2026.
Pelaksanaan ini berbeda dengan jadwal pemerintah yang pada hari yang sama masih akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H, yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.
Kapolsek Sumbergempol, AKP Moh Anshori, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan terkait rencana tersebut.
Ia menyebut, pelaksanaan salat Idul Fitri lebih awal oleh Jamaah Al Muhdlor merupakan kegiatan rutin yang terjadi setiap tahun.
“Kami sudah menerima informasi bahwa pada Kamis jamaah Al Muhdlor akan melaksanakan salat Idul Fitri. Kegiatan ini memang rutin dilakukan setiap tahun,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, aparat kepolisian bersama Koramil Sumbergempol akan melakukan pengamanan di lokasi. Pengamanan ini juga telah menjadi agenda tahunan.
“Setiap tahun kami selalu hadir untuk melakukan pengamanan saat pelaksanaan salat Idul Fitri jamaah Al Muhdlor,” tambahnya.
Salat Idul Fitri tersebut rencananya akan digelar di Masjid Nur Muhammad, Desa Wates, mulai sekitar pukul 05.30 WIB.
Jamaah Al Muhdlor diketahui merupakan pengikut ajaran Habib Sayyid Ahmad bin Salim Al Muhdlor. Dalam praktiknya, mereka memiliki metode perhitungan sendiri terkait awal dan akhir Ramadan yang merujuk pada petunjuk ahli falak.
Keyakinan tersebut telah diwariskan sejak masa Habib Sayyid Ahmad bin Salim Al Muhdlor masih hidup dan hingga kini tetap dipegang oleh para pengikutnya dalam menentukan waktu pelaksanaan ibadah, termasuk Idul Fitri. (red)

0 Komentar