Penjara Tak Sekadar Menghukum, Jadi Ruang Pembinaan dan Pemulihan Warga Binaan

 

Trenggalek.kompasnusantara.id - Penjara kini tidak lagi dipahami semata sebagai tempat menjalani hukuman, melainkan juga sebagai ruang pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan. Melalui sistem pemasyarakatan, berbagai program pembinaan dijalankan untuk membentuk pribadi yang lebih baik agar siap kembali ke tengah masyarakat.

Keberhasilan pembinaan tersebut tidak lepas dari peran semua pihak, termasuk dukungan masyarakat, agar mantan narapidana dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah bebas.

Di setiap Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), beragam program pembinaan rutin dilaksanakan. 

Salah satunya pembinaan keagamaan, seperti bimbingan salat, belajar membaca Al-Qur’an, hingga pengajian fiqih bagi warga binaan yang beragama Islam.

Salah seorang sumber yang pernah mengikuti program pembinaan di Rutan Kelas II B Kabupaten Trenggalek mengungkapkan manfaat nyata dari kegiatan tersebut. Ia mengaku sebagai alumni Pondok Taubat yang ada di rutan tersebut.


“Saya alumni Pondok Taubat di Rutan Kelas II B Kabupaten Trenggalek. Selama saya berada di sana, ada dua orang mualaf yang berhasil belajar hingga mampu membaca Al-Qur’an. Bahkan puluhan narapidana yang sebelumnya tidak bisa membaca Al-Qur’an sama sekali, kini bisa membaca dengan fasih,” ujarnya kepada media ini.


Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak hanya meningkatkan pemahaman spiritual warga binaan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan kesadaran untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Program pembinaan di dalam rutan dan lapas ini diharapkan mampu menjadi bekal positif bagi warga binaan setelah menjalani masa hukuman, sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


( Red)


Posting Komentar

0 Komentar