Sumenep,kompasnusantara.id— 9 Desember 2025
Sikap Bea Cukai Madura Pamekasan menjadi sorotan setelah diduga tidak menindaklanjuti laporan terkait aktivitas PR Madu Wangi di Sumenep. Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) Sumenep mengaku kecewa karena permohonan audiensi yang diajukan tidak dapat respons baik.
Ketua LIPK Sumenep menjelaskan bahwa pihaknya ingin meminta klarifikasi resmi dari Bea Cukai terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah perusahaan rokok (PR) di Sumenep, termasuk PR Madu Wangi. Namun, hingga kini Bea Cukai disebut tidak memberikan tanggapan dengan baik.
“Dalam audiensi itu kami ingin menyampaikan agar Bea Cukai tidak tebang pilih dalam menindak perusahaan rokok di Sumenep. Semua harus diperlakukan sama, jangan ada yang diistimewakan,” tegas Ketua LIPK Sumenep.
Ia menambahkan, sikap diam Bea Cukai justru memunculkan dugaan bahwa ada pembiaran atau bahkan “main mata” dengan PR tertentu, termasuk PR Madu Wangi. Padahal, menurut LIPK, laporan dan temuan masyarakat sudah cukup untuk menjadi dasar pemeriksaan.
Karena tidak mendapat respons dari Bea Cukai Madura Pamekasan, LIPK menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk tekanan agar instansi tersebut membuka diri, menerima audiensi, dan menjelaskan secara transparan hasil pengawasan mereka terhadap PR di Sumenep.
“Kalau ruang dialog ditutup, maka kami tidak punya pilihan lain selain turun aksi,” ujar Ketua LIPK.
Hingga berita ini diterbitkan, Bea Cukai Madura Pamekasan belum memberikan klarifikasi resmi.(Team)

0 Komentar