Kompasnusantar.id.jember,Selasa 09-12-2025
Dunia pendidikan di Jember kembali menjadi sorotan publik akibat dugaan praktik jual beli paket buku dan pungutan liar (pungli),di duga SMPN 2 Jember lor terlibat kerjasama antara kepala sekolah dan komite yang mempunyai cv.senyum indo media tama terkait praktik pengadaan dan penjualan buku yang sangat memberatkan murid dan wali muridnya
Sumber Informasi yang di peroleh awak media dari sejumlah siswa yang menyatakan bahwa semua siswa di wajibkan untuk membeli paketan buku yang sudah di sediakan oleh CV.senyum indo media tama yang beralamat di jalan kalimatan nomer 07 Jember.
Dan menurut pengakuan salah satu siswa sebut saja (delima)"saya beli buku di cv.senyum indo media tama yang paketanya berisi 12 materi mata pelajaran dengan harga Rp 515.000, dan untuk kelas 7,8 dan 9. Dan ini diganti setiap semester"ujarnya.
Dan bukti transaksi berupa struk tanda terima yang menunjukkan transaksi bukti pembelian paket buku kelas VIII senilai Rp 515.000, dan di tambah lagi pembelian sampul meteran senilai Rp 9000 dengan jumlah total pembayaran Rp 524.000 dan struk tersebut mengatasnamakan CV.senyum indo media tama
Selain itu,terdapat dugaan pungutan liar (pungli) yang berbunyi iuran sukarela orang tua siswa (ispos) sebesar Rp 85.000 persiswa untuk tahun ajaran 2025/2026.
Dan berdasarkan dokumen hasil pertemuan paguyuban orang tua pada hari rabu tanggal 13 Agustus 2025 dana ISPOS di sepakati untuk membiayai honorarium guru yang tidak tetap,sepert petugas kebersihan,sapam,pelatih ekstrakulikuler dan ekstrakulikuler kesiswaan yang lainnya
Dalam dokumen tersebut di sebutkan,setoran di lakukan perbulan dari juli dari tahun 2025 Hingga tahun 2026,dengan sistem pembayaran melalui transfer dan tunai kebendahara kelas sebelum tanggal 10 dan setiap bulannya dan di wajibkan untuk membayar
Namun ketika di konfermasi oleh awak media kepala sekolah smpn 2 Jember lor tidak dapat di temui di lokasi,menurut keterangan satpam dan salah satu guru bahwa Kepala sekolah SMPN 2 Jember lor sedang di luar
Hinga berita ini di munculkan pada tanggal 8 Desember 2025,dan belum ada jawaban dan klarifikasi resmi dari pihak sekolah SMPN 2 Jember lor
Sementara itu kepala dinas pendidikan kabupaten Jember ,HADI MULYONO,saat di mintai keterangan menegaskan bahwa buku paket seharusnya telah di sediakan oleh pihak sekolah melalui anggaran bantuan operasional sekolah(bos)
"Dan untuk buku paket sudah di sediakan sekolah dari anggaran (bosp)"tegas hadi Mulyono,namun fakta dan realitanya walimuridlah yang di Bebani dan di beratkan oleh oknum kepala sekolah yang di jadikan ajang mencari keuntungan untuk memperkaya.
Di duga komite menjadi tanggan pajang kepala sekolah untuk memperlancar aksi memungut dan meminta kesiswaan dan kewali murid.
Luk
0 Komentar