REKONSTRUKSI JALAN BATUAN–MATANAIR DIDUGA TIDAK SESUAI SPESIFIKASI, MASYARAKAT DESAK PEMERIKSAAN MENYELURUH

Sumenep,kompasnusantara.id — Proyek rekonstruksi jalan ruas Batuan–Matanair, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, yang bersumber dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp2.571.669.000, menjadi sorotan masyarakat. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV. Gudang Satu tersebut diduga tidak memenuhi standar teknis konstruksi sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Dugaan tersebut mencuat setelah tim investigasi melakukan pemantauan langsung di lokasi pekerjaan. Dari hasil pantauan, ditemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek, mulai dari kualitas lapisan perkerasan jalan hingga penggunaan material konstruksi yang dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis.

Ketua Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) menyampaikan bahwa kondisi pekerjaan di lapangan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas dan ketahanan jalan. Menurutnya, apabila pengerjaan tidak dilakukan sesuai standar, jalan berpotensi mengalami kerusakan dalam waktu singkat dan dapat membahayakan pengguna jalan.

“Pembangunan infrastruktur harus mengedepankan kualitas dan keselamatan masyarakat. Jika benar terdapat ketidaksesuaian spesifikasi, maka harus segera dilakukan evaluasi menyeluruh,” ujarnya, Kamis (5/6/2026).

Ia menambahkan, penggunaan anggaran negara harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan profesional agar hasil pembangunan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan teknis secara independen terhadap proyek tersebut. Selain itu, pihak terkait juga diminta memberikan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan pekerjaan.

Masyarakat juga mendesak agar hasil pemeriksaan nantinya dibuka secara transparan kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan daerah.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan hak jawab dari seluruh pihak terkait.

(Redaksi / Yadi)

Posting Komentar

0 Komentar