TANGERANG, kompasnusantara. Id – Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) terus memantapkan langkah menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 melalui rapat konsolidasi nasional yang digelar di Wakayapa Syariah Residence Islamic Village, Kelapa Dua, Tangerang, Minggu (28/06).
Kegiatan tersebut dihadiri 51 peserta yang terdiri dari jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) serta perwakilan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) dari berbagai wilayah di Indonesia. Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya partai dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus mengevaluasi progres pemenuhan syarat administratif partai politik.
Dengan mengusung slogan “Padi Tumbuh Bersama, Padi Maju Bersama, Padi Solusi untuk Rakyat Indonesia”, PADI menegaskan komitmennya untuk menjadi alternatif baru dalam perpolitikan nasional.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan perjalanan awal berdirinya PADI oleh Wakil Presiden PADI, Amrizar. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa partai tersebut telah melalui berbagai dinamika selama dua tahun perjalanan organisasi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PADI, Sayid Fadhil, menyampaikan bahwa PADI saat ini telah memiliki kepengurusan di 38 provinsi di Indonesia. Namun demikian, terdapat tiga provinsi yang masih menjadi perhatian khusus dalam proses penyempurnaan struktur kepengurusan.
“Saat ini PADI sudah hadir di 38 provinsi di Indonesia. Kendati demikian, kami memberikan perhatian khusus pada tiga provinsi yaitu Sulawesi Utara, Bali, dan Bengkulu yang saat ini masih dalam tahap penyempurnaan struktur pengurus,” ujar Sayid Fadhil.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua Umum Partai Ummat, Aznur Syamsu, sebagai tamu kehormatan. Ia memberikan motivasi sekaligus berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam membangun partai politik.
“PADI harus berjuang mempertahankan komitmen dan memenuhi semua persyaratan dasar untuk diakui sebagai kontestan pemilu,” kata Aznur Syamsu.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam rapat konsolidasi tersebut adalah penegasan mengenai kemandirian partai. Presiden PADI, Burlian Sjafei, menegaskan bahwa PADI dibangun atas kekuatan internal partai, bukan bergantung pada pendanaan dari pihak tertentu.
“PADI tidak berdiri atas bantuan bohir. Bohir kami adalah seluruh pengurus dari tingkat pusat hingga daerah, anggota partai, serta para simpatisan yang terus setia mengiringi perkembangan PADI,” tegas Burlian Sjafei.
Dalam forum tersebut, PADI juga menggunakan analogi padi dan kapal sebagai gambaran perjuangan partai dalam membangun kader yang tangguh dan berkarakter. Berbagai tantangan yang dihadapi dianggap sebagai bagian dari proses pembentukan kekuatan organisasi menuju masa depan politik yang lebih matang.
“Perjalanan tidak mungkin selalu mulus. Badai yang menerpa justru akan melahirkan kader-kader yang tangguh. PADI hadir sebagai kendaraan untuk membawa perubahan dan menjadi pilihan nyata bagi rakyat Indonesia,” demikian disampaikan dalam narasi pertemuan tersebut.
DPN PADI memastikan kegiatan konsolidasi akan terus dilakukan secara intensif seiring semakin dekatnya tahapan menuju Pemilu 2029. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat soliditas internal sekaligus memastikan kesiapan administratif partai dalam menghadapi kontestasi politik nasional mendatang.
Kontributor: Simon/Yoyok


0 Komentar