Dorong Hilirisasi dan Serap Tenaga Kerja, Pabrik Sabut Kelapa di Desa Alang Alang Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

JAMBI ,kompasnusantara.id – Tangan Timut, Harapan baru bagi kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir mulai terlihat di Desa Alang Alang, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sebuah pabrik pengolahan sabut kelapa yang tengah dibangun di desa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 dan diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam.

Perkembangan pembangunan fasilitas industri tersebut ditinjau langsung oleh tokoh masyarakat Desa Alang Alang, Mappangara HK, bersama Rudi Hadtono, Jumat (5/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan proyek yang dinilai memiliki dampak strategis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Komisaris perusahaan, Urbanus Tovao, menjelaskan bahwa pembangunan fisik pabrik kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai pada penghujung Juni 2026.

"Untuk tahapan konstruksi bangunan, kami targetkan selesai bulan Juni ini. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan mesin dan perlengkapan operasional. Kami optimistis pada Juli 2026 pabrik sudah dapat beroperasi penuh," ujar Urbanus.

Menurutnya, kehadiran industri pengolahan sabut kelapa ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi komoditas perkebunan yang selama ini belum memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat.

Potensi Besar yang Lama Terpendam

Desa Alang Alang dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki ketersediaan bahan baku kelapa cukup melimpah. Namun selama bertahun-tahun, sabut kelapa yang merupakan hasil samping perkebunan belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian besar hanya menjadi limbah bernilai ekonomi rendah.

Mappangara HK menilai keberadaan pabrik ini menjadi momentum penting untuk mengubah potensi yang selama ini terabaikan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

"Desa Alang Alang memiliki potensi yang luar biasa. Selain sabut kelapa, komoditas pinang juga berkembang cukup luas di wilayah ini," ungkapnya.

Mantan Kepala Desa Alang Alang dua periode tersebut mengenang bahwa sejak masa kepemimpinannya, pengembangan sektor perkebunan telah menjadi salah satu fokus pembangunan desa. Saat itu, pemerintah desa bahkan menyalurkan bibit pinang secara gratis kepada masyarakat sebagai langkah memperkuat ekonomi berbasis pertanian dan perkebunan.

Membuka Lapangan Kerja dan Menggerakkan Ekonomi Desa

Keberadaan pabrik pengolahan sabut kelapa ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditas lokal, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan petani, tumbuhnya usaha pendukung, hingga meningkatnya aktivitas perdagangan di tingkat desa.

Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah dan dukungan masyarakat, proyek ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana industrialisasi berbasis potensi lokal dapat mendorong transformasi ekonomi pedesaan.

Jika berjalan sesuai target, Juli 2026 akan menjadi tonggak penting bagi Desa Alang Alang. Dari wilayah yang selama ini dikenal sebagai sentra perkebunan, desa ini berpeluang berkembang menjadi pusat pengolahan komoditas yang mampu menghasilkan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat dan daerah.

(SRDJ)

Posting Komentar

0 Komentar