SUMENEP, kompasnusantara.id – Keberadaan bengkel las atau tempat perakitan besi dadakan yang berdiri tepat di depan Puskesmas Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, menuai keluhan dari masyarakat dan pengunjung layanan kesehatan.
Aktivitas bengkel tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pasien yang sedang menjalani pengobatan maupun keluarga pasien yang berada di sekitar area puskesmas.
Selain menimbulkan kebisingan akibat suara pemotongan dan pengelasan besi, aktivitas kendaraan yang keluar masuk di sekitar fasilitas kesehatan itu juga dianggap mengganggu ketertiban lingkungan pelayanan publik.
Tak hanya itu, kondisi di lokasi juga diperparah dengan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pemotongan maupun pengelasan besi tersebut.
Warga menilai keberadaan usaha semacam itu tidak semestinya berada di sekitar area pelayanan kesehatan yang membutuhkan suasana tenang dan nyaman bagi pasien.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Menurutnya, lingkungan fasilitas kesehatan seharusnya dijaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanannya.
“Ini kan area puskesmas, orang yang berobat butuh suasana tenang. Kalau ada aktivitas bengkel las seperti ini tentu sangat mengganggu,” ujarnya.
Warga juga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait di Kecamatan Batuan segera melakukan penertiban agar aktivitas usaha yang dinilai mengganggu tersebut tidak terus berlangsung di sekitar fasilitas pelayanan kesehatan.
“Segera harus ada tindakan, keselamatan dan kenyamanan pasien merupakan hal yang utama,” pungkasnya.
Keberadaan bengkel las yang diduga belum mengantongi izin juga menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, usaha bengkel las yang berpotensi menimbulkan gangguan lingkungan dan kebisingan seharusnya memperhatikan ketentuan perizinan serta dampak terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Batuan, drg. Emy, saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut mengaku pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemilik lahan dan pihak pelaksana proyek melalui Babinsa Batuan.
Namun ketika ditanya mengenai identitas pemilik bengkel rakit besi dadakan tersebut, drg. Emy memilih irit bicara dengan alasan informasi terkait kepemilikan masih belum jelas.
“Besok saya baru akan pertemuan pak, untuk jelasnya besok kami baru akan pertemuan,” terangnya singkat, Jumat (15/5/2026).
(Red/Team)


0 Komentar