SUMENEP, Kompasnusantara.id – Polres Sumenep terus memperkuat langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menyusul berkembangnya isu terkait bahan bakar minyak (BBM) dan potensi kenaikan harga bahan pokok di Kabupaten Sumenep.
Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi lintas instansi yang digelar pada Selasa (21/4/2026) di ruang kerja Kapolres Sumenep. Rapat dipimpin langsung oleh Anang Hardiyanto selaku Kapolres Sumenep, serta diikuti oleh para pejabat utama (PJU) Polres dan perwakilan dari instansi terkait seperti Dinas Perekonomian, Dinas Perdagangan, dan Perum Bulog.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai langkah strategis guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di wilayah Sumenep tetap terjaga. Selain itu, stabilitas harga bahan pokok juga menjadi perhatian utama guna menghindari potensi gejolak di tengah masyarakat.
Kapolres menegaskan pentingnya pengawasan menyeluruh, baik terhadap distribusi BBM maupun peredaran bahan pokok. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi kelangkaan, penimbunan, hingga praktik permainan harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Pengawasan akan terus kami tingkatkan melalui patroli rutin dan koordinasi intensif dengan instansi terkait. Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan situasi tetap aman serta kondusif,” ujar Anang Hardiyanto.
Selain pengawasan di lapangan, Polres juga menekankan pentingnya pengelolaan informasi di tengah masyarakat. Edukasi dinilai krusial agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar, terutama yang berpotensi memicu keresahan.
Sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman.
Melalui langkah terpadu ini, diharapkan potensi inflasi daerah dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Dengan demikian, situasi kamtibmas di Kabupaten Sumenep diharapkan tetap kondusif, aman, dan terkendali.
(May)


0 Komentar