Sidang Isbat Jadi Penentu Idul Fitri 2026, Pemerintah Libatkan Ulama dan Ahli Astronomi

 

JAKARTA, kompasnusantara.id — Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia menantikan kepastian penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026 melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sidang isbat merupakan forum musyawarah nasional yang memiliki peran krusial dalam menentukan awal bulan Syawal. Keputusan yang dihasilkan dalam sidang ini menjadi acuan resmi pemerintah dalam menetapkan Hari Raya Idul Fitri sekaligus dasar penetapan hari libur nasional.

Pelaksanaan sidang isbat biasanya digelar pada tanggal 29 Ramadan dan berlangsung menjelang waktu magrib. Dalam prosesnya, pemerintah menggabungkan dua pendekatan utama, yakni metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan sabit muda).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menjelaskan bahwa tahapan sidang isbat terdiri dari pemaparan data hisab oleh para ahli, laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia, serta musyawarah penetapan yang melibatkan berbagai pihak.

Sejumlah organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah turut hadir dalam forum tersebut. Keduanya memberikan pandangan keagamaan sesuai dengan metode masing-masing dalam menentukan awal bulan Hijriah.

“Sidang isbat menjadi bentuk sinergi antara ilmu pengetahuan dan syariat Islam, sekaligus wujud kebersamaan dalam menentukan hari besar umat,” ujar salah satu perwakilan Kementerian Agama.

Hasil sidang isbat akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama kepada masyarakat melalui siaran langsung di berbagai media. Pengumuman tersebut menjadi momen yang ditunggu-tunggu karena menandai datangnya hari kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Dengan mekanisme yang melibatkan berbagai unsur, sidang isbat diharapkan mampu memberikan keputusan yang akurat, transparan, serta dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Red 

Posting Komentar

0 Komentar