Sumenep,KompasNusantara.id– Kisah pilu dialami seorang anak yatim di Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Di usianya yang masih belasan tahun, ia harus menjalani kehidupan yang penuh keterbatasan bersama neneknya yang sudah lanjut usia.
Informasi yang dihimpun pada Selasa (10/3/2026), anak tersebut kini hanya tinggal bersama sang nenek yang kondisi penglihatan dan pendengarannya sudah tidak lagi normal. Sang ibu telah meninggal dunia, sementara ayahnya diketahui telah menikah lagi dan tidak lagi diketahui keberadaannya serta tidak memberikan perhatian kepada anak tersebut.
Kondisi ekonomi keluarga tersebut pun sangat memprihatinkan. Sang nenek yang sudah sepuh tidak lagi memungkinkan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara anak yang masih berstatus pelajar itu juga belum memiliki kemampuan untuk mencari penghasilan.
Dalam keseharian, mereka hidup dengan serba keterbatasan dan mengandalkan bantuan dari orang-orang di sekitar. Situasi ini pun mengetuk hati sejumlah pihak untuk mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih agar dapat membantu meringankan beban hidup mereka.
“Anak itu sekarang hanya tinggal bersama neneknya yang sudah tua. Ibunya sudah meninggal, bapaknya menikah lagi dan tidak diketahui keberadaannya. Kondisi neneknya juga sudah tidak memungkinkan bekerja,” ujar salah satu warga yang mengetahui kondisi keluarga tersebut.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat berharap adanya perhatian dari para dermawan maupun pihak terkait agar anak tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikan serta menjalani kehidupan yang lebih layak.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, bantuan dapat disalurkan melalui pihak yang menggalang kepedulian untuk kemudian disampaikan langsung kepada anak tersebut.
Harapannya, uluran tangan dari masyarakat dapat menjadi harapan baru bagi anak tersebut agar tetap memiliki masa depan yang lebih baik di tengah keterbatasan yang ia hadapi. 🤲(H,Yadi)

0 Komentar