SUMENEP,kompasnusantara.id — Di ujung timur daya Kota Keris Sumenep, tersimpan kisah keteguhan seorang pria yang menjalani kehidupan sebagai duda selama empat tahun terakhir. Pria yang kini mengasuh tiga orang anak tersebut dikenal sebagai sosok ramah, sabar, dan penuh tanggung jawab dalam menghadapi berbagai rintangan hidup.
Sejak ditinggal pasangannya, ia harus memikul peran ganda sebagai ayah sekaligus ibu bagi anak-anaknya. Meski tidak mudah, ia memilih menjalani hidup dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Setiap hari, ia berjuang memastikan kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, baik secara lahir maupun batin.
Warga sekitar mengenalnya sebagai pribadi yang rendah hati dan mudah bergaul. Dalam keseharian, ia tidak pernah mengeluhkan keadaannya. Sebaliknya, ia justru kerap memberikan contoh ketabahan dan semangat hidup kepada lingkungan sekitar.
“Dia orangnya sabar, ramah, dan tidak pernah mengeluh meskipun hidupnya penuh tantangan. Kami semua hormat padanya,” ujar salah satu warga setempat, Selasa (13/01/2026).
Mengasuh tiga anak seorang diri tentu bukan perkara ringan. Namun dengan keteguhan hati, ia mampu melewati setiap ujian yang datang. Baginya, anak-anak adalah sumber kekuatan sekaligus alasan untuk terus bertahan dan melangkah ke depan.
Kisah hidup duda tiga anak ini menjadi potret nyata ketulusan, kesabaran, dan ketegaran seorang ayah dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Sebuah cerita sederhana namun sarat makna tentang arti tanggung jawab dan cinta tanpa syarat.
(As-papagaul)

0 Komentar