Arief Martha Rahadyan: Penguatan Pariwisata Jadi Kunci Hadapi Gejolak Ekonomi Global



JAKARTA, kompasnusantara.id – Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, sektor pariwisata dinilai dapat menjadi salah satu penopang utama ketahanan ekonomi nasional. Pengamat ekonomi, Arief Martha Rahadyan, menegaskan bahwa pariwisata perlu ditempatkan sebagai strategi prioritas dalam menjaga resiliensi perekonomian Indonesia.

Menurut Arief, ketika nilai tukar rupiah mengalami tekanan, Indonesia membutuhkan sektor riil yang mampu menghasilkan devisa secara cepat, berkelanjutan, dan berdampak luas terhadap masyarakat.

“Pariwisata adalah jawaban yang paling rasional. Pelemahan nilai tukar rupiah bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang besar untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Dengan kurs yang lebih kompetitif, biaya berwisata di Indonesia menjadi jauh lebih menarik dibandingkan negara-negara pesaing di Asia,” ujarnya.

Strategi Akselerasi Pariwisata sebagai Mesin Devisa

Untuk menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi yang tangguh, Arief mengusulkan lima langkah strategis yang perlu segera diimplementasikan pemerintah.

Pertama, meningkatkan agresivitas promosi digital melalui perluasan kampanye internasional ke pasar potensial seperti India, Timur Tengah, Tiongkok, Eropa, dan Australia dengan pendekatan pemasaran yang lebih modern dan terintegrasi.

Kedua, mengoptimalkan konektivitas transportasi dengan menambah frekuensi penerbangan langsung menuju berbagai destinasi wisata unggulan sehingga wisatawan mancanegara dapat mengakses Indonesia dengan lebih mudah dan efisien.

Ketiga, mengembangkan wisata berkualitas yang berfokus pada pengalaman premium. Menurutnya, tren wisata global saat ini bergerak menuju wisata budaya, ekowisata, wisata kesehatan (wellness tourism), serta sport tourism yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan wisata massal.

Keempat, memperkuat pemberdayaan UMKM lokal agar manfaat ekonomi sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pengembangan usaha kuliner, homestay, dan produk ekonomi kreatif daerah dinilai mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.

Kelima, memastikan keamanan dan kenyamanan destinasi wisata. Stabilitas keamanan menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan wisatawan mancanegara dalam memilih tujuan perjalanan.



Momentum Kebangkitan Ekonomi Nasional

Arief optimistis bahwa penerapan kelima strategi tersebut secara konsisten akan menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber devisa utama Indonesia sekaligus membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Jika dikelola dengan tepat, pariwisata akan menjadi mesin devisa baru yang memperkuat fondasi ekonomi nasional, menjaga stabilitas nilai tukar, serta membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi global di masa mendatang.

(SRDJ)


Posting Komentar

0 Komentar