TULUNGAGUNG – Sebuah pemandangan memprihatinkan sekaligus memicu tanya terekam kamera warga saat petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung sedang menjalankan tugas rutin pengambilan sampah di salah satu lingkungan lembaga sekolah.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat beberapa oknum petugas yang masih mengenakan seragam dinas berwarna hijau neon khas DLH, justru sibuk memetik buah—yang diduga kuat adalah buah alpukat—dari pohon yang berada di area sekolah tersebut. Bukannya fokus menyelesaikan pengangkutan sampah, para petugas ini tampak bahu-membahu menjangkau dahan pohon untuk mengambil hasil bumi milik instansi pendidikan tersebut.
Kejadian ini sontak memicu perdebatan di masyarakat. Di satu sisi, tindakan mengambil barang atau tanaman tanpa izin di lingkungan instansi lain merupakan pelanggaran etika dan disiplin pegawai. Namun di sisi lain, fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: Seberapa mampukah upah yang mereka terima memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari?
"Melihat mereka mengambil buah seperti itu di jam kerja sungguh miris. Apakah gaji mereka tidak cukup untuk sekadar membeli buah, ataukah ini soal kurangnya pembinaan kedisiplinan dari pihak dinas?" ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Tugas utama pasukan kebersihan adalah memastikan lingkungan tetap asri dan sampah terangkut tepat waktu. Adanya aktivitas sampingan "memanen" buah di sela-sela jam operasional dinilai dapat menghambat performa pelayanan publik dan mencoreng citra Pemerintah Kabupaten Tulungagung, khususnya DLH.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung belum memberikan pernyataan resmi terkait perilaku anggotanya di lapangan tersebut. Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh, baik dari segi pengawasan kinerja maupun peninjauan kembali tingkat kesejahteraan para petugas lapangan yang menjadi ujung tombak kebersihan kota.
Kasus ini menjadi "tamparan" keras bagi pemangku kebijakan. Jika kesejahteraan mereka sudah terjamin, maka pembinaan mental dan etika kerja harus diperketat. Namun, jika ini adalah cerminan dari sulitnya ekonomi yang menghimpit para petugas bawah, maka kenaikan insentif atau kesejahteraan adalah harga mati yang harus diperjuangkan.

0 Komentar