Melihat-lihat sekeliling Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Jatim itu tertarik terhadap keberadaan batu yang berada di depan Gedung Bawaras yang ternyata merupakan Prasasti Kamulan. Prasasti ini sendiri merupakan penanda kapan hari jadi Trenggalek itu diperingati.
Mendengar penjelasan Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto, Erma takjub akan kegigihan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang berusaha keras memboyong prasasti yang sangat berarti ini bisa kembali ke Trenggalek. Sebelumnya Prasasti Kamulan disimpan di Museum Wajakensis Tulungagung. Menjadi penanda sejarah yang sangat penting, memang sangat pantas bila Bupati Arifin sangat bersikeras bisa memboyong prasasti ini pulang ke daerahnya.
Melihat kegigihan itu, Pjs Bupati Trenggalek ini mengatakan "Prasasti Kamulan adalah sesuatu yang tidak dapat ditinggalkan. Kita berdiri dan juga hidup tidak lepas sari sejarah masa lalu. Apapun itu, kita harus melakukan upaya dalam mengangkat sejarah masa lalu, menjaga, merawat, uri-uri serta memeliharanya," ucapnya.
Kita harus mengingat jasa leluhur kemudian mengangkat harkat kemuliaan pada tanah kita berdiri. "Karena sebenarnya dengan mengingat perjuangan perjuangan para pendahulunya. Orang dapat menangkap historical momen atau historical peninggalan, itu menurut saya orang yang berjiwa Agung dan ingin hidupnlebih maju lagi," tandas Pjs Bupati Trenggalek itu, Selasa (1/10/2024).
(Dedek)
0 Komentar