TULUNGAGUNG, kompasnusantara.id – Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kembali membuktikan perannya sebagai solusi pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami putus sekolah. Hal tersebut terlihat dari capaian akademik siswa-siswi PKBM Creative Kabupaten Tulungagung yang berhasil meraih nilai memuaskan pada Tes Kemampuan Akademi ( T. K. A )Pendidikan Kesetaraan.
Sejumlah peserta didik menunjukkan prestasi membanggakan pada berbagai mata pelajaran. Maharani Tia memperoleh nilai 76,03 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Davin Prasetya berhasil meraih nilai 83,00 pada mata pelajaran Matematika. Haryanik memperoleh nilai 46,49 pada mata pelajaran Bahasa Inggris.
Sementara itu, prestasi tertinggi diraih Aprilia Wulandari pada mata pelajaran PPKN dengan nilai 96,22. Adapun Siti Alivah berhasil memperoleh nilai 81,04 pada mata pelajaran Ekonomi.
Hasil tersebut mendapat apresiasi dari Kepala PKBM Creative Tulungagung, Agus Yulianto, S.Pd. Menurutnya, capaian para siswa menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berprestasi.
"Saya merasa sangat senang dan bangga atas hasil yang diraih oleh para peserta didik. Prestasi ini membuktikan bahwa pendidikan nonformal tidak kalah dengan pendidikan formal seperti SMA Negeri maupun SMK Negeri. Bahkan, siswa-siswi PKBM mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan akademik yang membanggakan," ujar Agus Yulianto.
Ia menegaskan bahwa stigma yang selama ini melekat pada pendidikan nonformal perlu dihapus. Sebab, PKBM tidak hanya memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang putus sekolah, tetapi juga mampu mencetak generasi berprestasi yang memiliki peluang sama untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Keberhasilan para siswa PKBM Creative menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, PKBM hadir memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang sempat terhenti pendidikannya karena berbagai faktor, seperti keterbatasan ekonomi, kondisi keluarga, maupun tuntutan pekerjaan.
Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan didukung tenaga pendidik yang kompeten, PKBM kini menjadi alternatif pendidikan yang semakin diminati masyarakat. Tidak hanya memberikan ijazah yang setara dengan pendidikan formal, PKBM juga berperan dalam membangun karakter, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta didik.
Prestasi yang diraih siswa-siswi PKBM Creative Tulungagung menjadi bukti bahwa kesempatan belajar yang diberikan melalui jalur pendidikan nonformal mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, PKBM layak menjadi salah satu solusi terbaik dalam mengatasi persoalan anak putus sekolah sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan untuk semua.
Melalui semangat belajar yang tinggi dan dukungan seluruh pihak, PKBM terus menunjukkan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.
( Mendoza)


0 Komentar